Tugas Ospek Jurusan Prodi Informatika UNS 2015
Terus ini tugas osjur yang kedua. Suruh buat paper isi
BATERAI VOLTASE TINGGI
PAPER
Fakultas/Program Studi
MIPA/Informatika

Oleh :
FAUZI PURNOMO
4150239162
FAKULTAS MIPA
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2015
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2015
Pendahuluan
A.
Latar Belakang
Perkembangan teknologi dunia akhir-akhir
ini cukup mengagumkan. Banyak penemuan-penemuan terbarukan dari penemuan di
masa lalu. Penggunaan teknologi yang bertujuan utama sebagai alat yang
mempermudah pekerjaan manusia membuat teknologi semakin berganti tahun tidaklah
menghilang dan berkurang, akan tetapi semakin tambah meningkat dan berkembang.
Berkembangnya teknologi ini tidak lain
karena sifat manusia yang tidak pernah puas dan keinginan untuk mempermudah
pekerjaan tadi. Dari media komunikasi, informasi, hingga transportasi semakin
maju dan berkembang.
Berkaitan dengan itu semua lah, apabila
tanpa adanya pemikir, pemimpi dan seorang inovator yang telah menemukan
penemuan canggih, pekerjaan yang kita lakukan, semakin lama menjadi semakin
mudah. Tanpa seseorang yang mampu mewujudkan mimpi dan inovasinya maka tidak
akan ada motivasi yang muncul dari seseorang setelahnya.
Oleh karena itu dalam paper ini akan di
paparkan seorang penemu baterai bernama Alessandro Volta, yang penemuannya
sangat berguna dalam kehidupan manusia.
B.
Tujuan
1. Mengetahui
sejarah penemuan baterai
2. Mengetahui
perkembangan baterai setelah penemuan Volta
3. Pengembangan
inovasi yang luas berkaitan dengan baterai
Isi
Sejarah
Perkembangan Baterai dan Inovasinya
·
Penemuan baterai pada zaman kuno
Baterai
adalah salah satu media penyimpan dan penyedia aliran listrik melalui reaksi
kimia. Reaksi kimia yang berlangsung pada umumnya bisa bersifat permanen dan
tidak permanen. Dengan dasar tersebut, manusia dapat membedakan berbagal jenis
baterai yang terdapat di dunia.
Sebelum
melakukan pembahasan tersebut, tentu ada hal yang perlu diketahui dan awal,
yaitu tentang sejarah penemuan baterai. Batu baterai Baghdad kuno pertama kali
ditemukan di luar kota Baghdad, tepatnya di kota Khujut Rabula. Penemuan itu
terjadi pada tahun 1930, di mana artefak yang ditemukan diperkirakan telah
berusia sekitar 2000 hingga 5000 tahun. Ini merupakan salah satu bukti adanya
penemuan barang sejenis batu baterai pada zaman Baghdad kuno.
Pada
awalnya, para ilmuwan yang menemukan artefak bingung dengan fungsi dan alasan
penciptaan alat tersebut. Artefak yang ditemukan di kota Khujut Rubula ini
setelah diteliti ternyata merupakan salah satu bentuk batu baterai yang
kinerjanya mirip dengan yang ditemukan oleh ilmuwan modem. Artefak itu terdiri
atas sebuah silinder tembaga, batang besi, dan aspal yang tersusun dalam sebuah
jambangan atau guci dan tanah hat.
Setelah
dipelajari oleh para ilmuwan, dengan jalan menuangkan cairan asam ke dalam guci
tersebut, para ilmuwan menemukan adanya aliran listrik sebesar 1.5 volt selama
kurun waktu 18 hari. Penemuan artefak ini membuktikan bahwa ilmu pengetahuan
yang telah berkembang dan ada sekarang ini sebenarnya juga telah berkembang
sejak peradaban sebelum masehi.
·
Penemuan baterai oleh Alessandro Volta
Alessandro Volta lahir di kota Como, Duchy of Milan pada tanggal 17 Februari
1745. Sebagai seorang ilmuwan fisika dari Italia, Ia menyandang gelar Profesor
di Royal School Como. Ia mempopulerkan elektrophorus yang merupakan salah satu
alat untuk menghasilkan muatan listrik statis. Volta termasuk seorang ilmuwan
yang giat dalam mempromosikan penemuan electrophorus sehingga seringkali
dianggap sebagal penemu alat tersebut. Padahal, sebenarnya alat dengan prinsip
sejenis telah dijelaskan sebelumnya oleh seorang ilmuwan Swedia bemama John
Wilcke. Sebagai seorang ilmuwan, Volta telah berhasil memberikan berbagai
penemuan yang berguna bagi peradaban manusia modern.
Baterai yang ditemukan Volta sering disebut Elemen Volta. Elemen Volta
terdiri atas dua lempeng (pelat) logam (biasa disebut elektrode) yang terbuat
dan tembaga (Cu) dan seng (Zn). Lempeng tembaga bertindak sebagai elektrode
positif (katode) dan lempeng seng berfungsi sebagai elektrode negatif (anode).
Larutan asam sulfat (H2S04) encer berfungsi sebagai larutan elektrolit
(penghantar arus listrik). Antara anode dan katode dihubungkan dengan sebuah
kawat penghantar dan dipasang beban berupa lampu. Arus listrik konvensional
akan mengalir dan katode ke anode, sedangkan elektron akan mengalir dengan arah
kebalikannya karena elektron mengalir dan potensial rendah (negatif) menuju
potensial tinggi (positif). Dengan demikian, agar terjadi aliran listrik, arus
listrik di dalam larutan harus mengalir dan lempeng seng ke lempeng tembaga.
Sampai saat ini perkembangan baterai berlangsung sangat pesat yang dibuat dari
berbagai bahan dan beragam bentuk.
·
Perkembangan baterai dari masa ke masa
1748 – Istilah ‘baterai’ mulai dikenal
setelah Benjamin Franklin mendefinisikannya sebagai susunan pelat kaca yang
diberi arus.
1780 –
1786 – Teori bahwa
aliran listrik terdapat di sel-sel hewan dikemukakan oleh Luigi Galvani, yang
menyediakan landasan bagi ilmuwan lain untuk penelitian lebih lanjut.
1800 – Alessandro Volta menemukan tumpukan
volta, yang merupakan baterai pertama yang menghasilkan arus listrik konsisten.
1836 – Sel Daniel diciptakan oleh John
Daniel, yang terdiri dari seng dan elektrolit tembaga dan dianggap jauh lebih
aman daripada baterai yang ditemukan oleh Volta.
1839 – Sel bahan bakar pertama diciptakan
oleh William Grove, yang menghasilkan arus listrik dengan menyatukan oksigen
dan hidrogen.
1839 –
1842 – Berbagai ilmuwan
dan penemu banyak melakukan penyempurnaan terhadap baterai dengan menggunakan
elektroda cair untuk menghasilkan listrik.
1859 – Baterai timbal-asam (aki) yang bisa
diisi ulang diciptakan oleh penemu Perancis, Gaston Plante. Mobil dan kendaraan
bermotor lain masih menggunanakan aki hingga kini.
1866 – Baterai karbon-seng dipatenkan oleh
seorang Prancis bernama Georges Leclanche.
1881 – Baterai pertama yang memiliki
elektroda negatif dan pot berpori dalam wadah seng ditemukan dan dipatenkan
oleh JA Thiebaut.
1881 – Baterai sel kering pertama ditemukan
oleh Carl Gassener. Penemuan ini juga menuai sukses secara komersial.
1899 – Baterai nikel-kadmium, yang juga
dapat diisi ulang, ditemukan oleh Waldmar Jungner.
1901 – Baterai alkaline ditemukan oleh
Thomas Edison.
1949 – Baterai alkaline kecil diciptakan
oleh Lew Urry.
1954 – Baterai surya pertama diciptakan
oleh Calvin Fuller, Daryl Chapin, dan Gerald Pearson.
·
Inovasi baterai
Penemuan
baterai dan turunannya yang sudah bermacam-macam tidak menutup kemunginan
tumbuhnya inovasi, walaupun tidak semua inovasi dapat di wujud nyatakan.
Baterai
Voltase Tinggi
Batu baterai pada umumnya hanya memiliki
tegangan 1,2 volt, 1,5 volt dan ada juga yang 3,2 volt. Bagaimana bila batu
baterai memiliki tegangan tinggi 450 volt atau 900 volt? Sehingga bisa untuk
keperluan rumah tangga. Televisi, kulkas, AC
yang memerlukan sumber tegangan langsung dari listrik PLN, cukup di
hubungkkan dengan sebuah batang batu baterai agar bisa di jalankan. Tapi
bagaimana caranya? Misteri tetap misteri, tapi apa salahnya berinovasi. Mungkin
saja terduga atau tidak hal tersebut terjadi.
Kalau baterai aki bisa dinaikkan
tegangannya dari 12 volt menjadi lebih dari 15000 volt dengan koil pengapian
dan dinyalakannya kendaraan. Kemudian manaikan tegangan dengan trafo dan
lilitan-lilitan bisa di lakukan. Sekarang waktunya bagaimana batu baterai tanpa
koil pengapian dan mesin, tanpa trafo dan lilitan dapat mempunyai tegangan
15000 volt, dan bisa digunakan layaknya modem yang plug and play.
Penutup
A. Kesimpulan
Penemuan teknologi merupakan inovasi perkembangan dari
teknologi sebelumnya. Baterai telah ditemukan kerangka inovasinya sejak ribuan
tahun lalu, tetapi bukti nyata yang
berbentuk baterai baru di wujudkan secara nyata pada tahun 1800 oleh Alessandro
Volta.
Pembuatan baterai bervoltase tinggi mungkin saja terjadi,
menilik sejarah penrkembangan baterai yang begitu jauh. Dan inovasi-inovasi
yang berkaitan yang mendukung.
B. Daftar
Pustaka
o Allah SWT
Oke. itu Inovasi saya. Tolong di baca! jangan sampek ga di baca! udah capek capek bikin tau ga!
*pisssampunampun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar