Sabtu, 05 September 2015

Tugas Osjur "Paper"

Assalamualaikum Wr. Wb.

Tugas Ospek Jurusan Prodi Informatika UNS 2015

Terus ini tugas osjur yang kedua. Suruh buat paper isi coklat Inovasi guehh.

BATERAI VOLTASE TINGGI
PAPER

Fakultas/Program Studi
MIPA/Informatika















Oleh :
FAUZI PURNOMO
4150239162


FAKULTAS MIPA
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2015
Pendahuluan
A.    Latar Belakang
Perkembangan teknologi dunia akhir-akhir ini cukup mengagumkan. Banyak penemuan-penemuan terbarukan dari penemuan di masa lalu. Penggunaan teknologi yang bertujuan utama sebagai alat yang mempermudah pekerjaan manusia membuat teknologi semakin berganti tahun tidaklah menghilang dan berkurang, akan tetapi semakin tambah meningkat dan berkembang.
Berkembangnya teknologi ini tidak lain karena sifat manusia yang tidak pernah puas dan keinginan untuk mempermudah pekerjaan tadi. Dari media komunikasi, informasi, hingga transportasi semakin maju dan berkembang.
Berkaitan dengan itu semua lah, apabila tanpa adanya pemikir, pemimpi dan seorang inovator yang telah menemukan penemuan canggih, pekerjaan yang kita lakukan, semakin lama menjadi semakin mudah. Tanpa seseorang yang mampu mewujudkan mimpi dan inovasinya maka tidak akan ada motivasi yang muncul dari seseorang setelahnya.
Oleh karena itu dalam paper ini akan di paparkan seorang penemu baterai bernama Alessandro Volta, yang penemuannya sangat berguna dalam kehidupan manusia.
B.     Tujuan
1.      Mengetahui sejarah penemuan baterai
2.      Mengetahui perkembangan baterai setelah penemuan Volta
3.      Pengembangan inovasi yang luas berkaitan dengan baterai





Isi
Sejarah Perkembangan Baterai dan Inovasinya
·         Penemuan baterai pada zaman kuno
Baterai adalah salah satu media penyimpan dan penyedia aliran listrik melalui reaksi kimia. Reaksi kimia yang berlangsung pada umumnya bisa bersifat permanen dan tidak permanen. Dengan dasar tersebut, manusia dapat membedakan berbagal jenis baterai yang terdapat di dunia.
Sebelum melakukan pembahasan tersebut, tentu ada hal yang perlu diketahui dan awal, yaitu tentang sejarah penemuan baterai. Batu baterai Baghdad kuno pertama kali ditemukan di luar kota Baghdad, tepatnya di kota Khujut Rabula. Penemuan itu terjadi pada tahun 1930, di mana artefak yang ditemukan diperkirakan telah berusia sekitar 2000 hingga 5000 tahun. Ini merupakan salah satu bukti adanya penemuan barang sejenis batu baterai pada zaman Baghdad kuno.
Pada awalnya, para ilmuwan yang menemukan artefak bingung dengan fungsi dan alasan penciptaan alat tersebut. Artefak yang ditemukan di kota Khujut Rubula ini setelah diteliti ternyata merupakan salah satu bentuk batu baterai yang kinerjanya mirip dengan yang ditemukan oleh ilmuwan modem. Artefak itu terdiri atas sebuah silinder tembaga, batang besi, dan aspal yang tersusun dalam sebuah jambangan atau guci dan tanah hat.
Setelah dipelajari oleh para ilmuwan, dengan jalan menuangkan cairan asam ke dalam guci tersebut, para ilmuwan menemukan adanya aliran listrik sebesar 1.5 volt selama kurun waktu 18 hari. Penemuan artefak ini membuktikan bahwa ilmu pengetahuan yang telah berkembang dan ada sekarang ini sebenarnya juga telah berkembang sejak peradaban sebelum masehi.


·         Penemuan baterai oleh Alessandro Volta
Alessandro Volta lahir di kota Como, Duchy of Milan pada tanggal 17 Februari 1745. Sebagai seorang ilmuwan fisika dari Italia, Ia menyandang gelar Profesor di Royal School Como. Ia mempopulerkan elektrophorus yang merupakan salah satu alat untuk menghasilkan muatan listrik statis. Volta termasuk seorang ilmuwan yang giat dalam mempromosikan penemuan electrophorus sehingga seringkali dianggap sebagal penemu alat tersebut. Padahal, sebenarnya alat dengan prinsip sejenis telah dijelaskan sebelumnya oleh seorang ilmuwan Swedia bemama John Wilcke. Sebagai seorang ilmuwan, Volta telah berhasil memberikan berbagai penemuan yang berguna bagi peradaban manusia modern.
Baterai yang ditemukan Volta sering disebut Elemen Volta. Elemen Volta terdiri atas dua lempeng (pelat) logam (biasa disebut elektrode) yang terbuat dan tembaga (Cu) dan seng (Zn). Lempeng tembaga bertindak sebagai elektrode positif (katode) dan lempeng seng berfungsi sebagai elektrode negatif (anode). Larutan asam sulfat (H2S04) encer berfungsi sebagai larutan elektrolit (penghantar arus listrik). Antara anode dan katode dihubungkan dengan sebuah kawat penghantar dan dipasang beban berupa lampu. Arus listrik konvensional akan mengalir dan katode ke anode, sedangkan elektron akan mengalir dengan arah kebalikannya karena elektron mengalir dan potensial rendah (negatif) menuju potensial tinggi (positif). Dengan demikian, agar terjadi aliran listrik, arus listrik di dalam larutan harus mengalir dan lempeng seng ke lempeng tembaga. Sampai saat ini perkembangan baterai berlangsung sangat pesat yang dibuat dari berbagai bahan dan beragam bentuk.

·         Perkembangan baterai dari masa ke masa
1748 – Istilah ‘baterai’ mulai dikenal setelah Benjamin Franklin mendefinisikannya sebagai susunan pelat kaca yang diberi arus.
1780 – 1786 – Teori bahwa aliran listrik terdapat di sel-sel hewan dikemukakan oleh Luigi Galvani, yang menyediakan landasan bagi ilmuwan lain untuk penelitian lebih lanjut.
1800 – Alessandro Volta menemukan tumpukan volta, yang merupakan baterai pertama yang menghasilkan arus listrik konsisten.
1836 – Sel Daniel diciptakan oleh John Daniel, yang terdiri dari seng dan elektrolit tembaga dan dianggap jauh lebih aman daripada baterai yang ditemukan oleh Volta.
1839 – Sel bahan bakar pertama diciptakan oleh William Grove, yang menghasilkan arus listrik dengan menyatukan oksigen dan hidrogen.
1839 – 1842 – Berbagai ilmuwan dan penemu banyak melakukan penyempurnaan terhadap baterai dengan menggunakan elektroda cair untuk menghasilkan listrik.
1859 – Baterai timbal-asam (aki) yang bisa diisi ulang diciptakan oleh penemu Perancis, Gaston Plante. Mobil dan kendaraan bermotor lain masih menggunanakan aki hingga kini.
1866 – Baterai karbon-seng dipatenkan oleh seorang Prancis bernama Georges Leclanche.
1881 – Baterai pertama yang memiliki elektroda negatif dan pot berpori dalam wadah seng ditemukan dan dipatenkan oleh JA Thiebaut.
1881 – Baterai sel kering pertama ditemukan oleh Carl Gassener. Penemuan ini juga menuai sukses secara komersial.
1899 – Baterai nikel-kadmium, yang juga dapat diisi ulang, ditemukan oleh Waldmar Jungner.
1901 – Baterai alkaline ditemukan oleh Thomas Edison.
1949 – Baterai alkaline kecil diciptakan oleh Lew Urry.
1954 – Baterai surya pertama diciptakan oleh Calvin Fuller, Daryl Chapin, dan Gerald Pearson.
·         Inovasi baterai
Penemuan baterai dan turunannya yang sudah bermacam-macam tidak menutup kemunginan tumbuhnya inovasi, walaupun tidak semua inovasi dapat di wujud nyatakan.
Baterai Voltase Tinggi
            Batu baterai pada umumnya hanya memiliki tegangan 1,2 volt, 1,5 volt dan ada juga yang 3,2 volt. Bagaimana bila batu baterai memiliki tegangan tinggi 450 volt atau 900 volt? Sehingga bisa untuk keperluan rumah tangga. Televisi, kulkas, AC  yang memerlukan sumber tegangan langsung dari listrik PLN, cukup di hubungkkan dengan sebuah batang batu baterai agar bisa di jalankan. Tapi bagaimana caranya? Misteri tetap misteri, tapi apa salahnya berinovasi. Mungkin saja terduga atau tidak hal tersebut terjadi.
            Kalau baterai aki bisa dinaikkan tegangannya dari 12 volt menjadi lebih dari 15000 volt dengan koil pengapian dan dinyalakannya kendaraan. Kemudian manaikan tegangan dengan trafo dan lilitan-lilitan bisa di lakukan. Sekarang waktunya bagaimana batu baterai tanpa koil pengapian dan mesin, tanpa trafo dan lilitan dapat mempunyai tegangan 15000 volt, dan bisa digunakan layaknya modem yang plug and play.
Penutup
A.    Kesimpulan
Penemuan teknologi merupakan inovasi perkembangan dari teknologi sebelumnya. Baterai telah ditemukan kerangka inovasinya sejak ribuan tahun lalu, tetapi  bukti nyata yang berbentuk baterai baru di wujudkan secara nyata pada tahun 1800 oleh Alessandro Volta.
Pembuatan baterai bervoltase tinggi mungkin saja terjadi, menilik sejarah penrkembangan baterai yang begitu jauh. Dan inovasi-inovasi yang berkaitan yang mendukung.
B.     Daftar Pustaka
o   Allah SWT




 Oke. itu Inovasi saya. Tolong di baca! jangan sampek ga di baca! udah capek capek bikin tau ga!
*pisssampunampun 












Tidak ada komentar:

Posting Komentar